Monday, August 10, 2009

Rest In Peace Martin Sastromartono Saliutama

Kamis malam 06 Agustus 2009 sekitar jam 9:24
Aku terima sms dari rekan sepelayanan, isinya kurang lebih ajakan untuk doa bersama jam 10.00 malam itu juga ditempat masing-masing untuk mendoakan dua rekan juga saudara sepelayanan kita Martin dan istri untuk memohon kepada TUHAN supaya diberi kesempatan kepada mereka agar dapat melayani kembali, sebab tidak ada yang mustahil bagi TUHAN, dan memohonkan supaya ada mukjizat terjadi. Plus ada tambahan catatan untuk disampaikan juga kepada rekan yang lain.

Waktu itu sudah malam, dan saya masih latihan, jadi aku tidak mencoba menelpon kembali kepada pengirim sms, dan aku pikir, ah paling rekan-rekan kita ini sudah undur atau tidak mau ikut lagi dalam pelayanan, jadi perlu di doakan supaya dikuatkan lagi. Dan malam itu aku doakan mereka.

Jumat pagi 07 Agustus 2009 siang-siang
Aku baru baca sms lagi ( karena aku tidak memonitor hp saya) , ya TUHAN, ternyata kok kabarnya jadi begini, maksudnya kok jadi berita duka. Aku sama sekali tidak menyangka, kalau Martin rekan kita telah pulang ke Rumah BAPA. Padahal hari selasa 04 Agustus malam kita semua masih ikut pembahasan, aku satu kelas pembahasan dengan istrinya dan semua-nya baik-baik saja. Saya coba untuk mengerti begitu cepatnya seseorang berlalu, teringat juga akan khotbah pak Arson saat kebaktian doa rabu.

Jumat malam 07 Agustus malam sekitar jam 8:10
Aku hadir dalam kebaktian tutup peti. Ketika sampai dimana aku melihat saudara Martin untuk terakhir kali, hatiku sedih, aku melihatnya begitu tenang dan damai. Tapi aku tahu bahwa Martin telah diselamatkan oleh TUHAN YESUS dan beroleh hidup yang kekal, itulah keselamatan sesungguhnya, dan tidak akan mati lagi. Kelak kita pasti akan bertemu bersama dalam TUHAN YESUS.

Farewell
Ko Martin melayani TUHAN dengan setia semasa hidupnya. Sebagai seorang suami, papa yang takut akan TUHAN, yang mengasihi, mencintai, bertanggung jawab terhadap keluarga.

Kita sadari pada gilirannya juga akan menempuh jalan yang sama walaupun dengan cara yang berbeda, tetapi pekerjaan TUHAN akan tetap dilanjutkan, kehendak TUHAN akan tetap digenapi sampai pada kedatangan KRISTUS YESUS.

Bagi saya adalah suatu kebanggaan bila semasa hidup ini sedang melayani TUHAN, sampai pada waktu TUHAN memanggilnya.

Kiranya Kasih, Penyertaan, Pemeliharaan TUHAN menyertai dan menjadi sumber penghiburan yang kekal bagi mereka yang ditinggal. Amin

No comments: