Wednesday, August 12, 2020

Panggilan Untuk Bersukacita
A Call To Rejoice



Sukacita itu adalah perintah untuk menjalani realita pengalaman sebagaimana anak Tuhan yang menerima Kristus sebagai juruselamatnya...

Saturday, May 02, 2020

Mengenang Covid-19

Banyak film2 bercerita tentang virus misalnya film hollywood ini :
👌I'm the legend, 👍World war z,
Tentu saja waktu kita menonton film2 tersebut bagi kita hanyalah sekedar hiburan belaka, tidak akan terjadi dan berlalu begitu saja....
Penulis ingin mengajak memperhatikan scenario film2 tersebut,
semuanya menceritakan tentang pandemi virus :
1. asal muasal virus yang tidak diketahui,
2. merebak begitu saja, tiba-tiba dengan tingkat kecepatan penularan yang luar biasa,
3. ketidak mampuan kita untuk mengatasinya, tidak ada obat ataupun vaksin,
4. memakan korban banyak, kematian luar biasa masif di seluruh dunia,
5. kehancuran dalam berbagai hal,
6. reaksi orang-orang dalam menyelamatkan diri, adanya kepanikan, ketakutan, teror dan horor,
7. keheningan,
8. namun tetap ada cinta kasih, harapan, doa, perjuangan,
9. keberhasilan dalam mengatasi virus tersebut.
Semua itu seperti sebuah gambaran untuk kejadian dunia nyata yang belum terjadi, tetapi pada hari2 ini ketika kita melihat kejadian nyata bagimana mengalami masalah pandemi virus covid-19 dimana tentu saja korban tidak menjadi zombie.
Pihak otoritas dan lembaga2 terkait seharusnya telah memikirkan scenario tersebut dan ironinya justru pembuat filmlah yang telah lebih dahulu memikirkannya jauh kedepan dan menuangkannya dalam film...
suatu fiksi yang nyaris nyata, hanya dengan sedikit perbedaan saja...
Selamat menonton film2 tersebut selama diam di rumah ...

Tuesday, March 24, 2020

T-Virus vs COVID-19

Selamat malam kawan ...

Teringat sebuah game Resident Evil yang menjadi favoritku dari dulu, hingga sekarang, Release terbarunya 2019 adalah Resident Evil Remake, buat gamer silahkan  mencobanya, tentu perlu ijin ortu dulu yah, karena bukan untuk anak2 dibawah umur ...

 Di game itu di ceritakan tentang kebocoran T-virus dari lab dan dalam waktu singkat menyebar ke seantero kota Racoon City dengan sangat cepat dan mematikan.
Dan yang lebih mengerikan adalah bahwa mati bukanlah akhir dari mimpi buruk tapi baru awal, sebab setelah mati tubuh korban yang terkontaminasi T Virus akan menjadi zombie dan akan mencari mangsa mereka yang hidup sebagai suatu cara penyebaran atas eksistensi virus tersebut ...
Jadi singkat cerita kota tersebut menjadi kota mati, kota sudah tidak bisa diselamatkan lagi karena penghuninya semua sudah terinfeksi virus dan menjadi zombie...
Akhir dari game tersebut kota tersebut akhirnya di hancurkan dengan rudal nuklir.... (versi lawasnya) bayangkan rudal nuklir artinya harus dihancurkan selama2nya dengan radiasi dari ledakan tersebut.
Suasana game tersebut terasa sangat menyeramkan, dan sanggup membawa pemain ke dalamnya, seolah2 terlibat langsung di kejadian kota tersebut, survive adalah misinya ....
Game Resident Evil ini seolah2 seperti suatu ramalan tentang infeksi virus di masa mendatang contohnya inveksi VIRUS COVID-19 yang kita alami hari2 ini, cepat dan mematikan ...., hanya saja beda-nya dengan game adalah yang mati itu tidak menjadi zombie sebagai cara penularan yang baru, seandainya terjadi, bisa jadi game  tersebut adalah sebuah pesan tersembunyi dari masa depan.
Hari (dimana penulis menulis blog) ini  infeksi COVID-19 bisa kita rasakan suasana nya yang mencekam, mengancam, teror yang menakutkan bagi seluruh umat manusia, tidak bisa diatasi dengan militer, ilmu kedokteran, tidak dengan uang mu yang menumpuk, tidak memandang siapakah kamu dan tidak ada obatnya... yang masih tetap hidup selamat itu adalah semata-mata pertolongan Tuhan saja yang meluputkannya.
Jadi anda tidak perlu lagi mainkan game tersebut untuk merasakan horor nya, karena horor nya sudah di depan mata ... bersiaplah ... survive adalah misinya....
Berdoalah minta pertolongan Tuhan, benteng kekuatan ku yang sudah terbukti kekuatannya .... Amin

Sunday, March 01, 2020

Bersyukur

Melihat semua hal, kecil maupun besar dengan rasa syukur...
Percaya bahwa dibalik segala sesuatu ada kebaikan Tuhan...
Roma 8:28

Tuesday, February 05, 2019

Belajar dari Kegagalan

Amsal 24:16 "Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana."

Jikalau kita disuruh memilih antara berhasil atau gagal, tentu semua orang memilih berhasil. Perencanaan yang matang, curahan perhatian yang serius dan menyita waktu, training-training yang kita ikuti untuk mendapatkan pembekalan, koneksi yang dibangun untuk menciptakan rekanan, bahkan doa-doa yang kita naikan, semua ini menyatu menjadi paket usaha yang kita lakukan. Tentu saja tujuan akhirnya adalah mendapatkan keberhasilan, bukan? Hal ini tentu baik. Justru aneh dan tidak bijak jika kita mengharapkan keberhasilan tanpa berbuat apa-apa. Kita menunggu sambil tidur-tiduran (malas) dan berharap sukses begitu saja. Yang benar adalah kita harus berjuang sampai pada akhirnya Tuhan membawa kita pada keberhasilan yang Dia kehendaki.

Realita kehidupan yang tidak bisa dipungkiri adalah sebesar-besarnya keinginan kita untuk mencapai keberhasilan, sedetil-detilnya perencanaan yang kita lakukan, dan sebesar-besarnya usaha yang kita kerjakan, kegagalan bisa saja kita alami. Jika itu terjadi, bagaimana kita bersikap terhadap kegagalan di tengah perjuangan yang kita lakukan?

1. Melihat kegagalan bukan sebagai akhir. 

Hidup adalah sebuah perjalanan yang sangat prematur jika kita menyatakan perjalanan ini berhenti karena sebuah kegagalan. Kegagalan hanyalah bagian dari dinamika perjalanan kehidupan yang akan berlanjut pada fase perjalanan selanjutnya. Dengan kata lain setelah kita mengalami kegagalan, ada kesempatan yang sebenarnya terpampang di depan kita dan di sana ada kesempatan kesempatan yang Tuhan anugerahkan sehingga kita dapat bangkit dan mulai melangkah lagi dengan sebuah pengharapan. Inilah setidaknya yang dapat kita pelajari dari perjalanan tokoh-tokoh Alkitab yaitu orang-orang yang dalam perjalanan hidupnya dipilih Allah untuk melayani-Nya. Sebut saja Daud dalam kasus perzinahannya dengan Betsyeba atau Petrus dalam kasus penyangkalannya. Kedua tokoh ini pernah gagal dan hancur hati karena kegagalan mereka. Akan tetapi pada akhirnya mereka melanjutkan hidup dengan kesadaran bahwa Tuhan memberi anugerah pengampunan dan anugerah untuk melangkah melanjutkan perjalanan kehidupan.

2. Melihat kegagalan sebagai proses pembelajaran 

Ada banyak cara belajar yang bisa kita tempuh yang melaluinya kita mendapatkan pengetahuan atau hikmat yang sangat diperlukan untuk mencapai sebuah kehidupan yang lebih baik di antaranya pendidikan formal, non formal, informal, membaca bacaan yang bagus, pergaulan, belajar dari pengalaman termasuk kegagalan, dsb. Ironisnya, alih-alih menjadikan kegagalan sebagai sebuah alat untuk proses pembelajaran, tidak sedikit orang yang menganggapnya sebagai godam besar yang meluluhlantakan kehidupan. Mereka tinggal dalam keterpurukan, meratapi kegagalan yang dialami, dan tenggelam dalam keputusasaan. Kita bisa melihat dua tokoh yang biasanya diangkat sebagai negasi Daud dan Petrus, yaitu Saul dan Yudas Iskariot. Mereka adalah orang-orang yang pernah gagal tetapi sangat disayangkan, harta terpendam dari sebuah kegagalan tidak ditemukan. Akhri dari kehdupan mereka pun mengenaskan. Semua ini terjadi karena mereka tidak belajar sesuatu dari kegagalan itu.

3. Percaya bahwa Tuhan berdaulat atas hidup kita 

 Sebagai orang-orang yang percaya pada Tuhan, adalah penting untuk memiliki keyakinan bahwa tidak ada satupun kejadian dalam hidup kita terjadi secara kebetulan. Termasuk di dalamnya kegagalan. Entahkah karena kesalahan kita sendiri atau karena faktor eksternal yang menyebabkan kegagalan, setidaknya kondisi ini tentu tidak lepas dari izin Tuhan. Lalu mengapa Tuhan mengizinkan kegagalan dapat terjadi dalam kehidupan kita? Tentu ada maksud Tuhan di dalamnya. Ketika kita memasuki ranah maksud Tuhan itu, maka kita harus memiliki keyakinan bahwa hal itu bukan untuk merusak atau membinasakan hidup kita. Di sinilah pentingnya mempercayakan kehidupan kita pada kedaulatan Allah. Keyakinan ini akan memampukan kita untuk menjalani prinsip melanjutkan kehidupan dengan pengharapan walaupun mengalami kegagalan dan belajar sesuatu yang baik dari kegagalan. Pada akhirnya kegagalan adalah sebuah kesempatan di mana kita dapat mengalami anugerah Tuhan dan belajar sesuatu yang berharga sebagai bekal melanjutkan kehidupan. Salam belajar dari kegagalan. [TA]

sumber artikel: Warta Jemaat Gereja Injili Indonesia Hok Im Tong, 05/2019 - 3 Februari 2019